Showing posts with label Teknologi. Show all posts
Showing posts with label Teknologi. Show all posts

Cina Ciptakan bus anti macet, Melayang Diatas jalan

2:10 PM Add Comment

Seperti Umumnya kota-kota besar didunia memiliki maslah yang hampir sama yaitu KEMACETAN, Akan Tetapi Cina memiliki Cara untuk megatasi nya, yaitu mereka memperkenalkan calon transportasi masa depan mereka yakni TEB (Transit Elevated Bus). 

TEB ini dianggap sebagai solusi terbaik karena mereka bisa mengurangi kemacetan tanpa harus menggusur bangunan demi melebarkan jalan. Nantinya TEB alias bus masa depan ini akan 'melayang' di atas jalan dan melewati mobil-mobil dengan tinggi maksimal dua meter melalui kolongnya saat berjalan, seperti dilansir Shanghaiist.

Karena punya bagian kolong yang bolong, maka penumpang akan ditempatkan di atas sedemikian rupa. Sehingga dalam sekali lihat, kamu akan menilai TEB mirip dengan terowongan berjalan. Bukan hanya mengatasi kemacetan, TEB juga menggunakan kombinasi bahan bakar listrik dan matahari serta mampu melaju hingga 60 km/jam.

Bentuknya yang lebar, memungkinkan TEB membawa sekitar 1.200 - 1.400 orang penumpang setiap harinya. Bukan hanya sekedar konsep, pemerintah China benar-benar mewujudkan TEB yang siap dioperasikan pada akhir tahun 2016 ini di kota Qinhuangdao, provinsi Hebei.

Meskipun tampak seperti subway, pemerintah China memastikan bahwa TEB adalah bus yang benar-benar akan melintas di atas mobil-mobil yang berhenti di jalan raya. Diharapkan TEB akan membuat warga China semakin berasil ke transportasi umum dan mengurangi penggunaan mobil.

Sumber

Rekor, California Mengklaim Bisa Mengaliri 6 Juta Rumah Menggukan Listrik Tenaga Surya!

8:05 AM Add Comment

Sebuah rekor terbaru energi terbarukan baru saja dipecahkan. Sekitar enam juta rumah di California, Amerika Serikat, akan dialiri listrik tenaga surya. Memanfaatkan gelombang panas yang ada, menurut California Independent System Operator, panel-panel surya di negara bagian itu berhasil menangkap tenaga listrik sebesar 8.030 megawatt.

Menurut San Francisco Gate, energi sebesar itu lebih dari cukup untuk menerangi 6 juta rumah warganya. Catatan ini dua kali lipat lebih besar dari yang pernah diproduksi pada Mei. Waktu itu disebutkan bahwa cadangan listrik tenaga surya yang dikumpulkan separoh lebih banyak dari yang dibutuhkan.

“Saya memberi tahu pada Anda, kami memiliki sinar matahari yang amat besar,” ujar Steven Greenly dari California ISO kepada Good News Network. Perlu dicatat, rekor ini dihasilkan dari taman panel surya saja, belum dari panel-panel yang ditaruh di atas rumah-rumah penduduk.

Bagaimapaun juga, tenaga surya cenderung memuncak pada siang bolong dan akan menurut kala sore tiba. Tentu saja ini berdampak pada produksi listrik tenaga surya, terlebih, kebutuhan listrik sekitar pukul 18.00 sedang berada dalam puncaknya: lampu-lampu rumah dan taman mulai menyala, begitu juga televisi, dan lain sebagainya.

Tapi California akan tetap memegang tegus misinya soal energi terbarukan.

Negara bagian ini memiliki mandat yang mesti diwujudkan; pada 2020, sekitar 33 persen dari kebutuhan listriknya akan diambil dari energi terbarukan. Pada 2015, Gubernur Jerry Brown telah menandatangani RUU energi terbarukan yang menyebutkan, pada 2030 sekitar 50 persen kebutuhan listri negara bagian berasal dari energi terbarukan yang bersumber dari matahari, angin, dan air.

Sumber 

Kulkas Tanpa Listrik Karya Anak Bangsa Juara di Korea

12:00 PM Add Comment

Tim siswa Sekolah Dasar (SD) Al Azhar Semarang berhasil membuat kulkas tanpa daya listrik. Berkat penemuan tersebut, tim yang terdiri dari dua orang ini berhasil mengharumkan nama bangsa setelah meraih medali perunggu di Korea Selatan.

Tubuh Arya masih terlihat lemas ketika dijumpai di rumahnya di daerah Lempongsari, Kota Semarang Selasa (20/10/2015). Maklum saja, pemilik nama lengkap Arya Nardhana Syariendrar ini baru saja menjalani perjalanan udara selama enam jam dari Korea Selatan ke Indonesia.

"Baru sampai tadi jam satu siang langsung tidur dan ini baru bangun," terangnya polos sembari mengucek matanya. Putra ketiga calon Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, tersebut beserta rekannya Sanika Putra Ramadhan berhasil meraih medali perunggu di ajang World Creativity Festival yang diselenggarakan di Korea Advanced Institue and Technology (KAIST) Daejon, Korea Selatan, 17 Oktober hingga 18 Oktober lalu.

Keduanya memukau dewan juri yang merupakan peneliti dan dosen KAIST dengan temuan mereka lemari es tanpa listrik. Kedua siswa kelas enam SD Al Azhar 14 Semarang itu berhasil menyingkirkan puluhan peserta lainnya dari delapan negara.

"Awalnya saya dan teman-teman hanya browsing di internet tentang tempat menyimpan sayur dan buah tanpa listrik, dari situ kami temukan pasir bisa menjaga suhu menjadi lebih lama," terangnya.

Ia dan rekannya kemudian mencoba memodifikasi idenya dengan membuat lemari es tanpa listrik berbahan stereofoam, pasir, dan air dingin. Sebelum berangkat ke Korea ia terlebih dahulu melakukan penelitian di rumah dan di sekolah selama beberapa hari.

Google Akan Luncurkan Kontak Lensa Internet

11:49 AM Add Comment


Setelah membeli Nest dengan harga 38,4 Trilliun beberapa hari yang lalu, Google kembali mengeluarkan pengumuman yang mengejutkan. Tidak puas dengan hanya Google Glass, kacamata cerdas yang bisa dipakai untuk memotret dan berinternet, kini mereka akan meluncurkan kontak lensa cerdas, yang bisa terkoneksi dengan internet. Dalam keterangan resminya, Google berkomitmen untuk terus mengembangkan wearable technology yang terkoneksi dengan internet. Google sudah masuk ke tahap mengetes produk kontak lensa cerdas ini.

Menurut uji coba terakhir, dikabarkan bahwa kontak lensa Google dapat membantu penderita diabetes mengecek kadar glukosa atau gula darahnya setiap saat. Caranya, kadar glukosa ternyata bisa dicek melalui air mata, yang tentunya bisa dilihat setiap saat menggunakan kontak lensa ini. Menurut pemimpin proyek kontak lensa Google, Brian Otiz dan Babak Parviz, kontak lensa yang sudah dalam tahap prototype ini dilengkapi dengan teknologi seperti “chip dan sensor yang sangat kecil sehingga terlihat hanya seperti glitter” dan “antenna yang bahkan lebih tipis dari rambut manusia”.


“Bayangkan semua orang dengan diabetes harus menusuk jari mereka untuk mendapatkan darah tiap saat. Sakit, bukan? Akhirnya, orang jadi malas mengecek kadar gula mereka,” ucap Otiz dan Parviz. Itulah masalah yang ingin diselesaikan dengan kontak lensa Google. Secara mudah, ketika kadar gula Anda lebih rendah atau lebih tinggi dari yang seharusnya, lampu LED mini dalam kontak lensa akan menyala, sehingga Anda bisa mengambil tindakan yang lebih cepat, tanpa perlu menusuk jari Anda terlebih dahulu. Saat ini Google ingin mengembangkan aplikasi pendampingnya, dimana ketika kadar gula sedang tidak normal, secara otomatis akan mengabari dokter yang menangani pasien tersebut secara online.